Mengenal Olahraga Canoe Polo Asian Games 2018

Mengenal Olahraga Canoe Polo Asian Games 2018 – Canoe polo merupakan gabungan dua cabang olahraga dari canoe (Kayak) dan Polo (polo air). Cabang olahraga ini merupakan gabungan dari dua cabang olahraga polo air dan kayak. Meski cabang olahraga ini diperlombakan di Asian Games 2018. Tetapi, Canoe polo juga merupakan cabang olahraga yang terpisah dan masih cabang olahraga yang dieksibisikan di Asian Games 2018 ini.

Dalam cabang olahraga Canoe Polo, masing-masing tim beranggotakan delapan orang atlet dimana 3 atlet lainnya menjadi atlet cadangan. Sama seperti cabang olahraga polo air, dimana pemain diminta untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin ke gawang tim lawan.

Mengenal Olahraga Canoe Polo Asian Games 2018

Setiap atlet akan diberikan sebuah dayung dua sisi, perahu kayak kecil untuk satu orang dan perlengkapan keamanan saat bermain. Untuk dapat memasukan bola ke gawang lawan, atlet dapat menggunakan dayung ataupun langsung menggunakan tangan.

Canoe polo hampir sama dengan kayak hanya saja perahu canoe polo jauh lebih kecil dan hanya dapat dimuat oleh satu orang saja. Bentuk dari perahu canoe polo jauh lebih ringan dan tipis, sehingga cocok untuk digunakan dengan lincah di atas air. Dayung yang digunakan jauh lebih ringan dan berbentuk tebal licin untuk meminimalisir cedera saat bermain.

cabang olahraga yang mengandalkan kekompakan tim yang untuk memasukan bola ke dalam gawang lawan. Cabang olahraga ini menggunakan tenaga manusia untuk mendayung perahu dan mengarahkan bola ke gawang lawan.

Mengenal Olahraga Canoe Polo Asian Games 2018

Canoe polo sudah cukup terkenal di negara Eropa. Namun, baru kali pertama di perlombakan di Asian Games dan masih menjadi cabang olahraga eksibisi. Cabang olahraga yang dibentuk di London, Inggris pada tahun 1970. Kemunculan canoe polo sangat menarik perhatian orang-orang sehingga Perserikatan Olahraga Kayak Inggris membuat Sub-komite Canoe Polo Nasional.

Di Inggris selalu membuat kejuaraan Canoe Polo Nasional setiap tahunnya, hingga cabang olahraga ini kemudian diperlombakan di Duisburg, Jerman pada tahun 1987 sebagai cabang olahraga Demonstrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *